Mandailing Natal, redaksisatu.id tabagsel –
Thema “Lepas Gadget raih kegembiraan anak lewat permainan tradisional rakyat”. itulah salah satu program yang sukses diterapkan oleh Mahasiswa dari Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Kabupaten Mandailing Natal kelompok 40 pada saat melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Desa Pangkat, Kecamatan Lembah Sorik Marapi, Madina pada, Minggu (27/07/25).
Kegiatan positif dalam bermain tanpa harus melibatkan Gadget sengaja dibangun oleh mahasiswa KKN ini dengan tujuan agar anak lebih aktif demi menghindari dari kecenderungan malas belajar serta dampak buruk jangka panjang terhadap sinar biru (blue light) yang dipancarkan oleh monitor elektronik melalui interaksi sosial secara langsung dan menghidupkan kembali permainan tradisional rakyat.

Kegiatan ini digagas oleh sembilan mahasiswa STAIN Madina ( • Yusril Mahendra,• Wahyu Daulay,- • Juli Avni,-• Nur Hakikah,- • Khodijah,- • Rosdalinah,- • Nurul,- Fatma Hidayah,- • Riska Yulia, dan • Afrizal.)
Ketua kelompok ‘Yusril Mahendra’ menyebutkan bahwa kegiatan tersebut dimainkan oleh anak-anak warga desa Pangkat dengan beragam jenis permainan seperti; lompat tali, kegiatan yel-yel tim, main layangan, dan bersepeda santai. Semua permainan iti dipandu oleh seluruh anggota KKN.

“Harapannya ke depan, kegiatan anak dalam permainan tradisional seperti ini kiranya dapat terus dilestarikan, dan semoga saja permainan ini merupakan bagian rutinitas anak-anak di Desa Pangkat”, Harap Yusril.
Menurutnya, permainan anak ala tradisional bukan hanya sebuah hiburan belaka, akan tetapi juga dapat membentuk karakter anak yang jauh lebih baik lagi serta menjadi tameng dalam mempererat hubungan emosional anak antara satu dengan yang lainnya.
“Kita sangat membutuhkan peran serta pemerintah dan orangtua agar terus dapat melanjutkan kegiatan seperti ini dan diharapkan dapat memberikan edukasi kepada lapisan masyarakat lainnya tentang dampak positif dan negatif dari penggunaan Gadget selama ini”, pungkas Yusril.(MJ)

