Mandailing Natal, tabagsel.redaksisatu.id – Kecelakaan maut yang terjadi di sekitaran Hotel Rindang, Kelurahan Dalan Lidang antara Mobil minibus Mitsubishi Pajero bernomor BB 814 RR diduga dikemudikan ajudan Kapolres Madina dengan Sepeda Motor merk Honda Vario BB 3389 RZ yang dikendarai seorang siswi SMA 2 Plus Panyabungan menelan korban jiwa.
Peristiwa naas itu dikabarkan terjadi pada hari Minggu 24 Agustus 2025 siang saat F.A.K Harahap alias Tia (Korban) hendak pulang ke rumah selesai jogging di Stadion Madina, namun diperjalanan kenderaan yang diduga milik pejabat kepolisian itu menghantam korban dan meninggal di RSUD Panyabungan setelah sebelumnya sempat dilakukan pengobatan oleh tim medis rumah sakit.
Jenazah korban kini disemayamkan di rumah duka di Desa Parbangunan dan informasi diterima akan dikebumikan hari ini, Senin 25/08/25 siang di TPU Desa tersebut.
Terkait insiden tersebut, melalui Kasi Humas ‘Iptu Bagus Seto, SH menerangkan bahwa Polres Mandailing Natal memastikan akan menjalankan proses hukum terhadap sopir Kapolres Madina ‘Bripka AK’ di Propam atas kejadian tabrakan yang telah menewaskan ‘Fathia Anis Kurlila (17).
“Bripka AK kini diproses Propam Polres Madina, dan akan dilakukan langkah-langkah hukum sesuai prosedur, sedangkan untuk hasil tes urine Bripka AK negatif”, sebut Bagus Seto.
Bagus menjelaskan kronologi kejadian berawal pada saat korban datang dari arah berlawanan dan secara tiba-tiba berbelok ke kanan dari sebelumnya berada di posisi kiri sehingga tabrakan tidak dapat dihindarkan.
Untuk korban F.A.K Harahap sendiri saat dilarikan ke rumah sakit diketahui mengalami luka robek di bagian wajah, meski sempat mendapatkan penanganan dokter namun nyawanya tidak dapat diselamatkan dan akhirnya Tia menghembuskan nafas terakhir di RSUD Baru Panyabungan.
Dari rumah duka terpantau pagi ini ratusan siswa dari berbagai SMA di Kabupaten Mandailing Natal bercucuran air mata mengiringi kepergian F.A.K alias Tia, dan tangisan itu pecah saat jenazah korban diangkat dari rumah duka menuju Mesjid di Parbangunan untuk di shalatkan.
Pantauan dilokasi, Kapolres Madina bersama sejumlah petugas lainnya juga turut hadir di rumah duka untuk menyampaikan turut berbela sungkawa dan ikut serta mengantarkan jenazah Almarhumah sampai ke Tempat Pemakaman Umum (TPU) Desa Parbangunan.
Kepergian Tia siswi SMA 2 Plus Panyabungan tidak hanya meninggalkan luka mendalam bagi keluarganya, terutama pada sosok diri seorang ayah yang terdengar sesekali memanggil nama putri kesayangannya dengan beruraikan air mata, kepergian Tia juga meninggalkan kenangan indah selama bersama di sekolahnya, dimana Almarhumah dikenal sebagai sosok yang ramah, cerdas dan periang.(MJ)

