Tidak Memiliki Lobang Anus, Bocah 7 Tahun dari Keluarga Kurang Mampu di Huta Puli Siabu Butuh Perhatian Pemerintah dan Dermawan

Mandailing Natal, tabagsel.redaksisatu.id – Ternyata di Kabupaten Mandailing Natal masih ditemukan adanya keluarga tidak mampu dengan status kehidupan yang cukup memperihatinkan dan jauh dari kata layak dan berkecukupan, serta membutuhkan perhatian dari para dermawan dan juga Pemerintahan yang ada di Bumi Gordang Sambilan.

Seperti di Desa Huta Puli, Kecamatan Siabu awak media menemukan sepasang suami istri ‘Suiyan dan Siti Aminah yang tinggal bersama 5 orang anaknya di sebuah gubuk berukuran 3×3 meter terbuat dari bambu dengan bertahan hidup seadanya dari hasil suami bekerja yang hanya sebagai buruh tani serabutan, sementara sang istri hanya seorang ibu rumah tangga.

Ujian hidup yang dihadapi pasangan suami istri tersebut bukan cuma sampai disitu saja, di antara kelima anak yang mereka perjuangkan selama ini, Rahmad merupakan putra keempat dari 5 bersaudara ini memiliki cacat tubuh dan juga harus menanggung sakit karena terlahir sudah tidak memiliki anus, dan akibat keterbatasan ekonomi membuat keluarga ini terpaksa harus pasrah menghadapi keadaan.

“Anak saya bernama Rahmad berusia 7 tahun merupakan putra ke empat dari 5 bersaudara selain memiliki cacat tubuh, ia juga tidak memiliki anus sejak lahir”, ungkap sang ibu sambil sesekali mengusap air mata. Kamis (9/10/25).

Aminah mengatakan, sekitar tahun 2018 lalu dirinya bersama suami pernah membawa putranya (Rahmad) untuk berobat dan bahkan menjalani operasi di salah satu rumah sakit di Kota Medan. Namun akibat keterbatasan biaya terpaksa rencana untuk pelaksanaan operasi lanjutan dihentikan.

“Sengaja dihentikan pak, karena kami kehabisan biaya selama di Medan, kami tidak mampu lagi pak untuk melanjutkan perobatannya, karena kami tidak lagi memiliki biaya hidup lagi kalau berlama-lama di medan pak, saya tidak bekerja, sementara suami hanya buruh tani serabutan yang kadang bekerja kadang tidak karena hanya mengharapkan upah dari mengerjakan kebun atau sawah warga”, sebutnya lagi.

Siti Aminah mengakui bahwa 3 tahun sebelumnya menerima bantuan sosial dari Pemerintah, tapi sejak itu sampai saat ini bantuan itu tidak pernah lagi mereka terima.

“Dulu ada dapat bantuan Sosial, tapi sejak tiga tahun terakhir ini sudah tidak lagi, gak tau apa sebabnya.”ucapnya bernada polos.

Disampaikannya lagi, Rahmad putra keempatnya di usia tujuh tahun sekarang ini masih belum juga mengenyam pendidikan di sekolah disebabkan kondisi fisik dan kesehatannya yang saat ini membutuhkan uluran tangan para dermawan dan Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal.

Kini bocah 7 tahun yang tidak memiliki anus tersebut hanya bisa menahan sakit perih setiap hari, dan terpaksa harus pasrah pada keadaan dalam kondisi ekonomi yang kian menghimpit, dan dengan luka bekas operasi pertama yang hanya di balut kain biasa.(MJ/Tim)

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Must Read

Related News