spot_img
spot_img

Namlis Siregar, Warga Batahan I Sekaligus Pelaku Sejarah, Ungkap Awal Mula TSM hingga Dugaan Penguasaan oleh PTPN IV

Batahan – Mandailing Natal, tabagsel.redaksisatu.id – Namlis Siregar, seorang warga Desa Batahan I yang juga merupakan pelaku sejarah, membeberkan awal mula proyek Trans Swakarsa Mandiri (TSM) dikerjakan hingga muncul dugaan penguasaan oleh PTPN IV Kebun Timur.

“Awal masuk PTPN IV pada tahun 2007, saat itu TSM sedang dalam proses pembukaan lahan yang akan dijadikan perkebunan kelapa sawit untuk peserta TSM. Mulai dari penumbangan, pendirian barak, penanaman, hingga pemasangan patok batas, semuanya selesai pada tahun 2008. Saat itu, saya bersama Rohmad, Mulyono, dan Sobirin (kepala desa) terlibat langsung,” ungkap Namlis pada Sabtu, 18 Oktober 2025.

Namlis menambahkan, PTPN IV mulai melakukan penanaman sekitar tahun 2009. “Kalau PTPN IV menanam di situ, perkiraan saya sekitar tahun 2009,” imbuhnya.

Di tempat yang sama, Sukiman SE, selaku pimpinan pemerintahan di Kecamatan Batahan, Kabupaten Mandailing Natal, Provinsi Sumatera Utara, membenarkan pernyataan Namlis. Ia menyatakan akan menjadi penengah dalam permasalahan ini.

“Benar apa yang dikatakan Namlis, karena sepengetahuan saya, Namlis adalah pelaku sejarah TSM Bukit Langit. Sebagai pimpinan pemerintahan di Kecamatan Batahan saat ini, saya akan mencoba menjadi fasilitator untuk mencari solusi yang adil. Tujuannya agar masyarakat tidak dirugikan, perusahaan juga tidak dirugikan, sehingga semuanya sama-sama tidak merugi,” ujar Sukiman.(HS)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Must Read

Related News