Jejak Harimau Gegerkan Warga Kota Tua Tano Tombangan Angkola

Tano Tombangan – Tapanuli Selatan, tabagsel.redaksisatu.id – Jejak harimau diduga muncul dan menggegerkan warga Kota Tua, Kecamatan Tano Tombangan Angkola, Kabupaten Tapanuli Selatan setelah hujan deras melanda wilayah tersebut dalam beberapa hari terakhir.

Jejak harimau pertama kali ditemukan saat warga bergotong royong membersihkan sisa material banjir di lokasi dolok pancur, pada Minggu 19 April 2026.

Aktivitas normal yang semula berjalan lancar mendadak berubah tegang ketika sejumlah warga melihat bekas tapak kaki berukuran besar di area sekitar lokasi pembersihan.

“Kami masyarakat Kota Tua sedang melaksanakan gotong royong di daerah dolok pancur kota tua, dan pada saat kami keatas, kami menemukan, terindikasi jejak kaki harimau yang turun mungkin dari bukit dan melintas dari parit atau aliran sungai dolo pancur kota tua”, sebut seorang warga terdengar jelas di dalam unggahan video pendek tersebut.

Jejak itu tampak jelas di permukaan tanah yang masih lembek akibat hujan. Ukurannya yang tidak biasa membuat warga menduga kuat jejak tersebut berasal dari hewan buas, kemungkinan besar adalah harimau.

Penemuan jejak tersebut pun kemudian direkam dan diunggah ke media sosial oleh akun Facebook berinisial ER dan Video tersebut dengan cepat menyebar dan menarik perhatian masyarakat luas.

“Mudah-mudahan ini peringatan buat kita warga Desa Kota Tua supaya lebih memperhatikan lingkungan”, pungkasnya.

Dalam video yang beredar, terlihat bentuk jejak dengan ukuran besar dan pola khas yang menyerupai tapak kaki kucing besar. Warga yang berada di lokasi terdengar membicarakan kemungkinan adanya harimau yang melintas di kawasan tersebut.

Jejak harimau ini menimbulkan kekhawatiran di kalangan warga. Mereka khawatir keberadaan hewan buas tersebut dapat membahayakan keselamatan, terutama bagi warga yang beraktivitas di luar rumah.

Hingga saat ini, belum ada keterangan resmi dari pihak berwenang terkait kebenaran jejak tersebut. Namun, warga diimbau untuk tetap waspada dan berhati-hati, terutama saat berada di area yang dekat dengan hutan atau kebun.

Kondisi lingkungan pascabanjir yang masih lembab dan sepi diduga dapat menjadi salah satu faktor yang memungkinkan satwa liar mendekati permukiman warga.

Warga berharap pihak terkait segera melakukan pengecekan dan memastikan apakah jejak tersebut benar berasal dari harimau atau bukan, guna menghindari potensi bahaya yang lebih besar.(MJ)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Must Read

Related News