Kotoran Ternak di Jalan Desa Perdamean Baru Tuai Keluhan, Pengguna Jalan Minta Penertiban

Natal – Mandailing Natal, tabagsel.redaksisatu.id – Kotoran ternak di jalan Desa Perdamean Baru kembali menjadi keluhan masyarakat dan pengguna jalan yang melintasi kawasan tersebut. Kondisi ini disebut terjadi hampir setiap hari sehingga menimbulkan bau tidak sedap, mengganggu kenyamanan, serta berpotensi membahayakan keselamatan lalu lintas.

Desa Perdamean Baru berada di Kecamatan Natal, Kabupaten Mandailing Natal, dan merupakan salah satu desa yang berbatasan dengan Kecamatan Batahan. Jalan yang melintasi desa tersebut menjadi akses penting yang digunakan ratusan pengendara setiap hari.

Berdasarkan pantauan dan keterangan warga, kotoran sapi milik ternak warga terlihat berserakan hampir di sepanjang ruas jalan desa. Akibatnya, banyak pengendara mengaku merasa terganggu hingga terpaksa menutup hidung saat melintas.

Selain menimbulkan ketidaknyamanan, keberadaan ternak yang masih berkeliaran di jalan juga dikhawatirkan meningkatkan risiko kecelakaan lalu lintas, terutama pada malam hingga pagi hari ketika jarak pandang pengendara lebih terbatas.

Sebelumnya, Camat Natal, Nori Susanda S. Hut., MH, telah menyampaikan imbauan kepada seluruh pemerintah desa di wilayah Kecamatan Natal agar mengingatkan masyarakat untuk mengandangkan hewan ternaknya. Imbauan tersebut bertujuan agar ternak tidak mengganggu fasilitas umum maupun aktivitas pengguna jalan, sekaligus mengurangi potensi kecelakaan lalu lintas.

Pada Selasa (7/7/26), salah seorang pengguna jalan berinisial IW yang hendak menuju Kota Natal mengaku kondisi tersebut sudah sangat meresahkan.

“Kotoran sapi ini sangat meresahkan, Pak. Kadang tidak bisa kami hindari sehingga terpaksa dilindas. Yang kasihan justru kendaraan di belakang karena kotorannya bisa memantul ke arah mereka,” ujarnya.

IW mengaku heran karena persoalan tersebut terus terjadi dari hari ke hari. Menurutnya, banyak desa lain yang juga memiliki ternak sapi, namun kondisi jalan di desa tersebut tidak separah yang terjadi di Desa Perdamean Baru.

“Hampir setiap pagi saya melewati jalan ini dan kondisinya tetap seperti ini. Banyak desa lain juga memelihara ternak, tetapi tidak sampai separah ini. Sebagai pengguna jalan, saya merasa sangat terganggu,” katanya.

Menanggapi keluhan tersebut, Kepala Desa Perdamean Baru mengakui pihak pemerintah desa sebenarnya telah beberapa kali menyampaikan imbauan kepada warga agar mengandangkan ternak mereka. Namun, menurutnya, imbauan tersebut belum sepenuhnya dipatuhi.

“Kami sudah pernah menyampaikan kepada warga, tetapi belum diindahkan. Di sini kami juga menghadapi kendala karena hubungan kekeluargaan sangat erat sehingga ada rasa segan untuk bertindak lebih keras,” jelasnya.

Meski demikian, Kepala Desa menegaskan pihaknya tidak menutup mata terhadap keluhan masyarakat. Ia memastikan persoalan tersebut akan segera ditindaklanjuti sesuai arahan dari Camat Natal.

“Kami tidak membantah keluhan masyarakat maupun pengguna jalan. Kami memahami kondisi ini dan dalam waktu dekat akan menindaklanjutinya sesuai dengan imbauan Ibu Camat Natal,” tutupnya.

Masyarakat berharap pemerintah desa bersama para pemilik ternak dapat segera menemukan solusi agar hewan ternak tidak lagi berkeliaran di jalan. Dengan ternak dikandangkan secara tertib, kebersihan lingkungan dapat terjaga, kenyamanan pengguna jalan meningkat, serta risiko kecelakaan lalu lintas dapat diminimalkan.(SIT)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Must Read

Related News