Batahan – Mandailing Natal, tabagsel.redaksisatu.id – Kisah haru datang dari Desa Pulau Tamang, Kecamatan Batahan, Kabupaten Mandailing Natal. Seorang kurir Shopee bernama Irsal Arif, putra bungsu dari delapan bersaudara, berhasil mewujudkan impiannya memberangkatkan sang ibu ke Tanah Suci untuk menjalankan ibadah umrah.
Irsal mengumpulkan biaya umrah tersebut secara bertahap dari penghasilannya sebagai kurir pengantar barang. Selama kurang lebih dua tahun bekerja, ia menyisihkan sebagian penghasilannya untuk mewujudkan keinginan memberangkatkan sang ibu.

Baginya, pekerjaan sebagai kurir bukan sekadar cara untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Dari pekerjaan tersebut, Irsal berusaha mengumpulkan biaya sedikit demi sedikit agar sang ibu dapat memperoleh kesempatan beribadah ke Tanah Suci.
Perjalanan menuju keberangkatan umrah itu juga sempat menghadapi kendala. Sebelumnya, rencana keberangkatan melalui travel Sultan Andalus Armain disebut mengalami kegagalan. Dalam bahan yang disampaikan keluarga, pemilik travel tersebut disebut masih berstatus DPO.
Setelah itu, keluarga memilih melanjutkan proses melalui travel Baitullah. Hingga akhirnya, rencana keberangkatan sang ibu kembali mendapatkan kepastian.
Pada Sabtu, 19 September 2026, Irsal bersama sejumlah anggota keluarganya mengantar sang ibu ke Masjid Agung Nur Alanur, Panyabungan.
Dari Panyabungan, perjalanan kemudian dilanjutkan menuju Medan. Berdasarkan informasi yang diterima keluarga, sang ibu dijadwalkan berangkat menuju Tanah Suci pada Minggu, 20 September 2026 sekitar pukul 21.00 WIB.
Irsal mengaku bersyukur karena perjuangan yang dilakukan selama ini akhirnya dapat mengantarkan ibunya menuju Tanah Suci.
“Terima kasih kepada Allah SWT. Saya juga mengucapkan terima kasih kepada perusahaan saya, Shopee, sehingga saya bisa mengumpulkan uang untuk ibu sedikit demi sedikit setiap bulannya,” ujar Irsal.
Ia mengatakan keberangkatan tersebut memiliki arti khusus bagi dirinya dan keluarga. Terlebih, sang ibu sebelumnya sempat menghadapi sejumlah kendala dalam proses menuju keberangkatan.
“Ini bukan sekadar perjalanan biasa. Ada rasa bahagia, haru dan kebanggaan tersendiri ketika melihat orang yang telah melahirkan saya akhirnya mendapatkan kesempatan beribadah di Tanah Suci,” katanya.
Irsal juga menyampaikan terima kasih kepada keluarga besarnya yang turut membantu berbagai kebutuhan selama proses persiapan keberangkatan.
Ia berharap sang ibu bersama jamaah lainnya dapat menjalankan seluruh rangkaian ibadah dengan lancar dan kembali ke kampung halaman dalam keadaan selamat.
“Semoga umak dan jamaah yang lain selamat pergi dan pulang kembali ke kampung halaman. Aamiin,” ucapnya.
Menabung dari Penghasilan sebagai Kurir
Kisah Irsal menunjukkan bagaimana impian memberangkatkan orang tua ke Tanah Suci dapat diperjuangkan secara bertahap.
Selama bekerja sebagai kurir, ia memilih menyisihkan sebagian penghasilannya setiap bulan. Cara tersebut dilakukan secara konsisten hingga dana yang dibutuhkan untuk keberangkatan sang ibu dapat terkumpul.
Bagi Irsal, besarnya penghasilan bukan menjadi ukuran untuk menunjukkan rasa sayang kepada orang tua. Yang terpenting adalah kemauan untuk bekerja dan berusaha mewujudkan keinginan tersebut.
Keberangkatan sang ibu akhirnya menjadi momen yang penuh haru bagi keluarga. Dari Desa Pulau Tamang, perjuangan seorang anak mengantarkan ibunya menuju Tanah Suci menjadi cerita tentang kerja keras, kesabaran, doa dan bakti kepada orang tua.
Keluarga pun berharap sang ibu diberikan kesehatan, kemudahan dalam menjalankan ibadah umrah, serta dapat kembali ke tanah air dengan selamat.(SIT)

