Mandailing Natal, tabagsel.redaksisatu.id – Perbaikan lahan persawahan warga di Desa Sayur Maincat Kecamatan Hutabargot Kabupaten Mandailing Natal mulai dikerjakan, Minggu (17/5/26), lahan persawahan tersebut sebelumnya mengalami kerusakan akibat tertimbun sedimen pasir bercampur bebatuan.
Akibatnya petani yang biasa menggarap lahan persawahan meradang karena tidak bisa turun kesawah untuk beraktivitas.

Seperti yang diutarakan oleh salah satu petani, sudah lebih kurang 6 bulan paska banjir yang merendam sawahnya tersebut, dia tidak bisa menggarap sawahnya.
“Lebih kurang 6 bulan sejak kejadian itu, dan sudah duakali masa tanam saya dan petani lainnya tidak bisa menanam padi,” sebut Samsul.
Saat ini, satu unit alat berat jenis excavator sudah berada dilokasi untuk melakukan perbaikan. Hal ini tentu membuat para petani yang tergabung dalam Gabungan Kelompok Petani (Gapoktan) Parsadaan Desa Sayur Maincat bisa bernafas lega, dimana dengan dimulainya perbaikan lahan persawahan tersebut mereka selaku petani dapat kembali beraktivitas seperti sediakala.
“Alhamdulillah alat berat sudah datang dan mulai melakukan perbaikan, semoga segera selesai agar kami selaku petani dapat kembali menanami padi,” tambahnya.
Untuk diketahui lahan persawahan warga yang terdampak akibat banjir di Desa ini lebih kurang 30 hektar.
Dari pantauan dilokasi, kegiatan perbaikan lahan persawahan itu di hadiri oleh Perangkat Desa, Penyuluh Pertanian, Babinsa Koramil 13 Panyabungan dan beberapa petani warga setempat.(Dt)

