Mandailing Natal – Sumatera Utara, tabagsel.redaksi satu.id – Enam peraih Golden Ticket PAPPRI Madina mendapat pelatihan khusus sebagai persiapan menuju dapur rekaman. Pelatihan tersebut berlangsung di Kantor Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Persatuan Artis Penyanyi, Pencipta Lagu dan Pemusik Republik Indonesia (PAPPRI) Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Selasa (25/8/2026).
Pelatihan ini menjadi bagian dari tindak lanjut pemberian Golden Ticket kepada para pemenang festival perayaan 17 Agustus tingkat kecamatan. Materi pelatihan diarahkan untuk menentukan karakter suara masing-masing peserta serta menyesuaikannya dengan jenis lagu yang akan dibawakan saat proses rekaman.

Enam peserta tersebut berasal dari tiga kecamatan, yakni Kecamatan Tambangan, Panyabungan Selatan, dan Kotanopan. Mereka didampingi langsung oleh unsur pemerintah kecamatan masing-masing.
Dari Kecamatan Tambangan, Camat Bahren Daulay, S.Sos., mendampingi Azhari dan Syahrani. Dari Kecamatan Panyabungan Selatan, Camat Ahmad Sulaiman Lubis mendampingi Nurul Ilmi dan Tarmizi.
Sementara itu, peserta asal Kecamatan Kotanopan, Nazwa Fahira dan Gina Wardani, didampingi Korwil 8 Oloansyah bersama panitia kesenian yang mewakili Camat Kotanopan.

Enam Peserta dengan Latar Berbeda
Azhari merupakan anggota Naposo Bulung Desa Pasar Laru. Sementara Syahrani saat ini masih menyelesaikan kuliahnya di STAIN Madina.
Dua peserta lainnya dari Panyabungan Selatan memiliki latar berbeda. Nurul Ilmi tercatat sebagai siswi SMAN 1 Panyabungan Selatan, sedangkan Tarmizi sehari-hari bekerja sebagai wiraswasta.
Dari Kotanopan, terdapat Nazwa Fahira yang merupakan siswi SMAN 1 Kotanopan dan Gina Wardani yang saat ini duduk di bangku SMKN 2 Kotanopan.
Perbedaan latar belakang tersebut tidak menjadi penghalang bagi keenam peserta untuk mendapatkan kesempatan mengembangkan kemampuan bernyanyi melalui program PAPPRI Madina.

Camat Apresiasi Program PAPPRI Madina
Di sela kegiatan, Camat Tambangan Bahren Daulay, Camat Panyabungan Selatan Ahmad Sulaiman Lubis, serta Korwil 8 Kotanopan Oloansyah menyampaikan apresiasi kepada PAPPRI Madina.
Mereka menilai pemberian Golden Ticket membuka kesempatan lebih luas bagi para pemenang festival tingkat kecamatan. Para peserta tidak hanya berhenti setelah meraih juara di panggung kecamatan, tetapi memperoleh kesempatan untuk mengembangkan bakat melalui tahapan berikutnya.
“Saya atau kami di tiga kecamatan ini sangat berterima kasih kepada PAPPRI Madina. Baru kali ini terjadi, ya. Ini langkah besar yang patut kita apresiasi dan kita dukung sepenuhnya,” ujar Bahren Daulay.
Senada dengan itu, Ahmad Sulaiman Lubis menilai keseriusan PAPPRI Madina dalam mengembangkan penyanyi yang memiliki bakat dan talenta merupakan langkah yang baik.
Menurutnya, keberadaan program tersebut dapat menjadi ruang bagi talenta yang selama ini belum mendapatkan kesempatan untuk berkembang.
Oloansyah juga menyampaikan apresiasi terhadap PAPPRI Madina atas program yang dijalankan untuk mengembangkan bakat seni di Mandailing Natal.
PAPPRI Madina Perluas Program Seni
Ketua DPC PAPPRI Madina Mulyadi P. Jambak menyampaikan terima kasih atas dukungan para camat terhadap warganya yang memperoleh Golden Ticket.
Mulyadi mengatakan dukungan pemerintah kecamatan menjadi bagian penting dalam keberlanjutan program pengembangan seni di daerah.
“Kami dari PAPPRI Madina sangat berterima kasih atas dukungan, kerja sama, serta support yang ditunjukkan langsung dalam kerja nyata oleh para bapak camat. Kami berharap sinergitas antara kita tetap terjalin baik untuk memajukan seni musik dan budaya di Kabupaten Mandailing Natal ini,” ujar Mulyadi.
Mulyadi juga menjelaskan bahwa kegiatan PAPPRI Madina tidak hanya berfokus pada seni musik dan vokal. Organisasi tersebut mulai membuka pelatihan Gordang Sambilan dan seni tari.
Program tersebut menunjukkan bahwa kegiatan PAPPRI Madina diarahkan tidak hanya pada pengembangan penyanyi, tetapi juga pada pengembangan seni dan budaya yang ada di Mandailing Natal.
Ingin Jadikan Kantor PAPPRI sebagai Ruang Budaya Madina
Wakil Ketua PAPPRI Madina, Sahren, menyampaikan apresiasi yang sama terhadap dukungan berbagai pihak.
Namun, ia juga mengungkapkan impian yang lebih luas, yakni menjadikan PAPPRI sebagai bagian dari upaya memajukan seni dan budaya Mandailing Natal.
“Kita di PAPPRI punya tujuan dan impian yang sama. Satu saat ketika orang ingin tahu seperti apa seni dan budaya serta karakter Mandailing Natal, kita bisa tampilkan di sini. Orang akan melihat miniatur Madina ada di kantor PAPPRI,” pungkasnya.
Pelatihan keenam peraih Golden Ticket tersebut menjadi salah satu tahapan penting sebelum mereka masuk ke dapur rekaman. Penentuan karakter suara dan jenis lagu menjadi fokus awal agar kemampuan masing-masing peserta dapat diarahkan sesuai karakter vokalnya.
Program ini sekaligus memperlihatkan adanya dukungan dari pemerintah kecamatan terhadap pengembangan talenta seni yang muncul dari masyarakat Mandailing Natal.(MJ)

