Keluarga Suami Korban Diduga Penelantaran Pihak RSUD Panyabungan Siap Memberikan Kesaksian di Polres Madina

Mandailing Natal, tabagsel.redaksisatu.id – Keluarga dari Sairin Rangkuti (suami korban meninggal dunia) diduga tidak mendapatkan penanganan medis di RSUD Panyabungan siap memberikan kesaksian di hadapan penyidik Polres Madina apabila Sairin menempuh jalur hukum atas kasus dugaan penelantaran pihak rumah sakit menyebabkan hilangnya nyawa manusia bernama ‘Almrh. Sahrida Nasution’ (Istri Sairin Rangkuti) warga Desa Hutabargot Setia, Kecamatan Panyabungan, Kabupaten Mandailing Natal.

Hal itu disampaikan oleh Koris Rangkuti selaku ayah dari suami korban, dan Rosnita Nasution selaku ibu dan Waldi Hamdan Rangkuti Adik Kandung suami korban, beserta Samsul Bahri kawannya kepada awak media, Selasa (07/10/25).

“apabila Sairin Rangkuti menempuh jalur hukum maka kami selaku pihak keluarga siap memberikan kesaksian kemana pun jika sewaktu-waktu diperlukan, karena kami merasa penyebab meninggalnya Sahrida Nasution diduga karena adanya pembiaran dari pihak RSUD Panyabungan dan tidak mendapatkan penanganan semestinya dari dokter spesialis dalam”, ungkap keluarga yang di wakili oleh ayah sairin dihadapan awak media.

Sebelumnya, suami korban mengaku akan menempuh jalur hukum dan melaporkan dr. M. Rusli Pulungan bersama dr. Sapran Harahap ke penegak hukum Polres Mandailing Natal atas dugaan penelantaran pasien selama 4 hari tanpa penanganan dan perawatan medis sebagaimana semestinya hingga menyebabkan istrinya bernama ‘Almrh. Sahrida Nasution’ meninggal dunia di RSUD Panyabungan pada Rabu 14 Mei 2025 lalu sekira pukul 15:00 WIB.

“Setelah cukup sabar selama kurang lebih 5 bulan ini saya menunggu itikad baik dari pihak RSUD Panyabungan, namun sampai hari ini tidak satupun yang datang menemui saya dan keluarga saya di rumah, saya merasa duka yang saya alami dan saya rasakan hanya dianggap sebagai mainan oleh mereka, saya kecewa atas hal ini, dan saya sepakat bersama keluarga besar semua akan membawa persoalan ini ke jalur hukum untuk mendapatkan keadilan”, sebut Sairin Rangkuti.

Menurutnya, kejadian ini bukan lagi hanya menyangkut persoalan nyawa manusia saja, tetapi telah mencakup rasa prikemanusiaan dan keadilan, dimana setelah istrinya meninggal dunia akibat diduga adanya pembiaran pihak rumah sakit, malah sampai saat ini pihak RSUD Panyabungan tersebut pun tidak pernah menunjukkan muka dihadapan keluarga korban, padahal (kata sairin) sebelumnya dokter rusli dan dokter sapran telah mengakui adanya unsur kelalaian dalam penanganan medis terhadap istrinya.

Pihak RSUD Panyabungan, seperti dr Syafran sama sekali tidak merespon setelah berulang kali dihubungi wartawan lewat telephon, meski terdapat nada dering menandakan panggilan masuk ke yang bersangkutan.(MJ)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Must Read

Related News