spot_img
spot_img

Ketua DPRD Madina: Iyusan Sukoco Layak Dibela

Mandailing Natal – Sumatera Utara, tabagsel.redaksisatu.id – Ketua DPRD Mandailing Natal H. Erwin Efendi Lubis, SH, menyatakan bahwa Iyusan Sukoco, seorang tenaga pendidik di Sekolah Dasar Negeri (SDN) 328 Sinunukan, layak untuk dibela jika tuduhan melakukan tindakan kekerasan terhadap anak didiknya tidak terbukti. Pernyataan ini disampaikan menyusul viralnya pemberitaan dan media sosial terkait seorang guru yang dilaporkan oleh orang tua murid ke Polres Madina terkait dugaan kekerasan terhadap anak didik di sekolah.

Erwin Efendi Lubis menekankan pentingnya asas praduga tak bersalah dalam menangani kasus ini. Ia meminta semua pihak untuk menahan diri dan tidak menghakimi sebelum ada keputusan hukum yang tetap.

“Kita harus mengedepankan asas praduga tak bersalah. Jika memang tidak terbukti melakukan kekerasan, tentu kita wajib membela harkat dan martabat seorang guru yang telah berjasa mendidik anak-anak kita,” ujarnya, Selasa (21/10/2025).

Lebih lanjut, Erwin menjelaskan bahwa profesi guru adalah profesi yang mulia dan harus dilindungi. Menurutnya, seorang guru memiliki tanggung jawab besar dalam membentuk karakter dan mencerdaskan generasi penerus bangsa. “Guru adalah pahlawan tanpa tanda jasa. Mereka berjuang untuk masa depan anak-anak kita. Oleh karena itu, kita harus memberikan dukungan moral kepada mereka,” tambahnya.

Ketua DPRD yang juga sekaligus Ketua Partai Gerindra Madina itu juga berharap ada upaya mediasi antara kedua belah pihak agar kasus ini tidak melebar kemana-mana yang akan membuat dunia pendidikan di Madina menjadi buruk. Erwin pun mengharapkan pihak kepolisian dapat segera menuntaskan kasus ini secara profesional dan transparan, dan meminta agar semua pihak terkait, termasuk saksi dan ahli, dimintai keterangan untuk mendapatkan fakta yang sebenarnya.

“Kita percayakan sepenuhnya kepada pihak kepolisian untuk menangani kasus ini. Kita berharap kebenaran akan terungkap dan keadilan dapat ditegakkan,” katanya.

Selain itu, Erwin juga mengimbau kepada seluruh guru di Madina untuk tetap menjalankan tugasnya dengan baik dan profesional. Ia meminta agar para guru senantiasa mengedepankan pendekatan yang humanis dan mendidik dalam proses belajar mengajar.

“Jadikanlah setiap siswa sebagai anak sendiri. Berikanlah kasih sayang dan perhatian yang tulus kepada mereka. Dengan begitu, kita dapat menciptakan generasi yang cerdas, berakhlak mulia, dan berbakti kepada bangsa dan negara,” pungkasnya.

Pernyataan H. Erwin Efendi Lubis ini mencerminkan kepedulian dan perhatian terhadap dunia pendidikan di Kabupaten Mandailing Natal. Ia berharap kasus ini dapat menjadi pelajaran bagi semua pihak untuk lebih berhati-hati dan bijaksana dalam bertindak, serta senantiasa mengedepankan kepentingan terbaik bagi anak-anak dan dunia pendidikan.(MJ)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Must Read

Related News