Mandailing Natal – Sumatera Utara, tabagsel.redaksisatu.id – Sebuah wilayah yang dikenal dengan lahan pertanian subur dan hasil panen padi yang melimpah, kini menghadapi tantangan serius. Operasional Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTPB) dari PT. Sorik Marapi Geothermal Power (SMGP) diduga kuat menjadi penyebab utama kerusakan lahan pertanian warga, yang berujung pada penurunan drastis hasil panen padi.
Rosiah Tanjung, seorang warga Desa Sibanggor Julu, Kecamatan Puncak Sorik Marapi, Kabupaten Mandailing Natal yang merasakan dampak langsung dari situasi ini, didampingi oleh Kuasa Hukum dari Kantor Hukum Advokat Solahuddin Hasibuan & Rekan, telah melayangkan somasi kedua kepada PT. Sorik Marapi Geothermal Power (SMGP). Langkah ini diambil setelah somasi pertama yang dilayangkan sebelumnya tidak mendapatkan tanggapan dari pihak PT. SMGP.

Dalam somasi kedua ini, Rosiah melalui kuasa hukumnya menuntut pertanggungjawaban dari PT. SMGP atas kerugian materiil yang di alami akibat penurunan hasil panen. Dirinyapun berharap agar perusahaan segera mengambil tindakan nyata untuk mengatasi permasalahan ini dan memulihkan kembali lahan pertanian yang terdampak.
“Kami berharap agar PT. SMGP dapat melihat dan mendengarkan apa yang telah dialami oleh klien kami, dan terkait hal ini kami akan segera mengambil tindakan yang diperlukan. Untuk diketahui, bertani adalah sumber kehidupan klien kami, dan kami tidak ingin melihatnya rusak akibat operasional PLTPB,” ujar Adv. Solahuddin, S.H.I., M.H (26/10/25).

Persoalan ini diharapkan dapat menjadi perhatian serius bagi berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah, organisasi masyarakat sipil, dan pemerhati lingkungan. Dan pemerintah daerah juga diharapkan dapat mengambil peran aktif dalam memediasi antara warga dan PT. SMGP, serta memastikan bahwa operasional PLTPB tidak merugikan masyarakat sekitar.
Kasus ini menjadi pengingat bagi kita semua tentang pentingnya menjaga keseimbangan antara pembangunan ekonomi dan pelestarian lingkungan. Pembangunan infrastruktur energi memang penting untuk memenuhi kebutuhan listrik masyarakat, namun harus dilakukan dengan memperhatikan dampak sosial dan lingkungan yang mungkin akan timbul dibalik pengoperasiannya, sehingga warga desa dapat terus menikmati hasil panen padi yang melimpah dan kehidupan yang sejahtera.
PT. SMGP sebagai perusahaan yang bergerak di bidang energi terbarukan, diharapkan dapat menjadi contoh bagi perusahaan lain dalam menjalankan operasional yang bertanggung jawab dan berkelanjutan. Perusahaan harus mampu meminimalkan dampak negatif terhadap lingkungan dan masyarakat sekitar, serta memberikan kontribusi positif bagi pembangunan daerah.
Sementara itu, pihak Perusahaan saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp hingga berita ini terbit belum memberikan tanggapan dan jawaban meskipun status pesan sudah centang dua.(MJ)

