Mandailing Natal, tabagsel.redaksisatu.id – Jebolnya tanggul penahan sungai Aek Sibontar paska bencana banjir beberapa hari lalu, membuat lahan pertanian di Kecamatan Siabu Kabupaten Mandailing Natal mengalami kerusakan. Sejumlah warga dari beberapa Desa pun bergotong royong melakukan perbaikan.
Aksi gotong royong tersebut dilaksanakan setelah sebelumnya warga Kelurahan Simangambat, Lumban Pinasa dan Bonan Dolok melakukan musyawarah untuk bersama sama memperbaiki tanggul Aek Sibontar.

Dengan alat seadanya sembari memanfaatkan material yang ada, warga yang terdiri dari kaum bapak dan ibu, tua dan muda, memperbaiki tanggul yang jebol tersebut dengan harapan air yang menggenangi sawah mereka bisa segera surut.
Nesra Siregar warga Simangambat yang ikut gotong royong menjelaskan, akibat dampak sungai Aek Sibontar meluap, sehingga merusak lahan pertanian warga dibeberapa desa, sehingga mereka pun bergotong royong memperbaiki tanggul sungai agar kembali bisa menggarap lahan persawahan mereka.
Masih kata Nesra, akibat bencana ini mereka selaku petani terlambat turun ke sawah. Mereka sudah melaporkan kejadian ini kepada pihak terkait seperti Dinas Pertanian, namun sampai saat ini belum ada respon.
” Ini sudah dilaporkan kepada pihak pihak tertentu ataupun pihak pertanian namun belum ada respon hingga saat ini, makanya kita mengajak warga dari Simangambat, Lumban Pinasa dan Bonan Dolok untuk bersama sama gotong royong, menutup tanggul yang jebol,” Kata Nesra, kepada media ini Selasa (16/12/25).
Dia menambahkan, perbaikan yang mereka lakukan ini bersifat sementara, mereka selaku petani berharap agar pemerintah melalui instansi terkait dapat membuat bronjong di lokasi jebolnya tanggul dan meminta agar sungai Aek Sibontar di keruk karena telah mengalami pendangkalan, sehingga dengan dibuatnya bronjong dan pengerukan banjir tidak terjadi lagi.(Dt)

