spot_img
spot_img

Kisah Pilu Bocah 7 Tahun Tanpa Anus Warga Madina: Uluran Tangan Dermawan Sangat Diharapkan

Mandailing Natal, tabagsel.redaksisatu.id – Seorang bocah laki-laki berusia 7 tahun bernama ‘Rahmad’ terlahir dari keluarga kurang mampu dengan kondisi medis yang memprihatinkan: tanpa anus. Kondisi ini tentu saja sangat mempengaruhi kualitas hidup Rahmad dan keluarganya.

Rahmad adalah putra ke empat dari pasangan suami istri ‘Suiyan dan Siti Aminah’, keluarga sederhana yang tinggal di sebuah gubuk kecil terbuat dari bambu berukuran 3×3 meter di Desa Huta Puli, Kecamatan Siabu, Kabupaten Mandailing Natal, Sumatera Utara. Sejak lahir, Rahmad diketahui sudah tidak memiliki lubang anus, sebuah kelainan bawaan langka di mana anus tidak terbentuk sempurna. Akibatnya, Rahmad kesulitan untuk buang air besar secara normal.

“Kami sangat sedih dan bingung dengan kondisi yang di alami Rahmad” ujar sang Ibu Siti Aminah dengan mata berkaca-kaca. “Kami hanya bisa pasrah dan berusaha mencari pengobatan yang terbaik untuknya.”

Sebelumnya, Rahmad telah menjalani operasi satu kali di salah satu rumah sakit yang ada di Kota Medan untuk membuat saluran pembuangan sementara di perutnya (kolostomi). Namun, solusi ini bukanlah solusi permanen. Rahmad tetap membutuhkan operasi lanjutan untuk membuat anus yang berfungsi normal.

“Dokter bilang, Rahmad harus menjalani operasi lagi untuk yang kedua. Tapi akibat kehabisan biaya hidup selama di rumah sakit, kami tidak sanggup, kami mengurungkan rencana untuk operasi lanjutan, dan kembali ke Desa ,” tutur Aminah dengan nada putus asa.

Siti Aminah mengakui bahwa keluarga tersebut hanya mengandalkan penghasilan suami sebagai buruh serabutan. Penghasilan yang tidak menentu itu hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, bahkan itu pun kurang, apalagi untuk biaya hidup selama pengobatan Rahmad di Kota Medan.

“Kami sangat berharap ada dermawan yang mau membantu Rahmad agar bisa sembuh dan hidup normal seperti anak-anak lainnya.” Ujar sang ibu.

Kisah Rahmad ini pun sebelumnya telah mengetuk hati banyak orang. Namun, dana yang terkumpul untuk biaya hidup selama berobat masih jauh dari cukup.

Aminah merupakan ibu dari lima orang anak ini hanya bisa pasrah menerima keadaan seraya berharap kiranya masih ada dermawan yang berhati mulia memberikan harapan dan masa depan yang lebih baik bagi Rahmad, karena uluran tangan dari setiap insan pemurah adalah senyum indah bagi Rahmad.(MJ)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Must Read

Related News